Penguatan Kurikulum SMA, Dindik Babel Gelar Rakor Wakasek Kurikulum

PANGKALPINANG,

Plt. Kepala Bidang Pembinaan SMA Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Deswarman, membuka secara langsung Rapat Koordinasi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Jenjang SMA yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Selasa (27/01/2026).

Dalam arahannya, Deswarman menjelaskan sejumlah hal pokok terkait pelaksanaan penilaian sumatif kelas XII, baik dalam penentuan jadwal maupun ketentuan teknis pelaksanaan ujian. Ia menegaskan pentingnya penyeragaman pelaksanaan penilaian di seluruh SMA.

Selain itu, Deswarman menyampaikan rencana integrasi kurikulum yang mencakup materi lalu lintas, dan pendidikan antikorupsi, sedangkan materi pencegahan narkotika sudah terintegrasi pada kurikulum satuan pendidikan menengah sejak diterbitkannya Pergub Nomor 55 tahun 2021.

Menurutnya, Program ini akan dimulai melalui sekolah percontohan (piloting) yang diharapkan berasal dari SMA di Kota Pangkalpinang, khususnya yang dapat mendukung peran Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum.

Ia menekankan bahwa terdapat tiga bidang utama dalam pengelolaan sekolah, yakni kurikulum, kesiswaan, dan sarana prasarana, dengan jantung pembelajaran berada pada bidang kurikulum. Pengaturan waktu pembelajaran menjadi kunci utama agar proses belajar berjalan efektif.

Deswarman juga menyampaikan keinginannya untuk melihat implementasi pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah-sekolah.

Menurutnya, apa pun kurikulum yang digunakan, sangat bergantung pada kompetensi dan kreativitas guru dalam menciptakan suasana belajar yang menyenangkan dan bermakna bagi peserta didik.

Pada kesempatan tersebut, ia memaparkan data partisipasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Tahun 2025 di seluruh jenjang pendidikan, meliputi SMA, SMK, MA, SMAg.K, SLB, serta Paket C/PKBM. Tercatat sebanyak 194 sekolah dengan jumlah peserta 20.627 siswa mengikuti TKA.

Berdasarkan hasil TKA Nasional, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berhasil meraih peringkat 11 nasional. Untuk tiga mata pelajaran wajib, Bahasa Indonesia berada di peringkat 10 nasional, Matematika peringkat 9 nasional, dan Bahasa Inggris peringkat 20 nasional.

“Pada tahun 2026 ini kami berharap terjadi peningkatan hasil TKA, khususnya pada tiga mata pelajaran tersebut. Walaupun TKA tidak tercantum di ijazah dan tidak menentukan kelulusan, namun hasilnya tercatat secara nasional,” ujar Deswarman.

Ia merinci capaian nilai TKA berdasarkan kategori per mata pelajaran. Untuk Bahasa Indonesia, capaian kategori istimewa mencapai 44,9 persen, baik 42,4 persen, memadai 10,8 persen, dan kurang 1,9 persen. Capaian ini dinilai sudah memenuhi dan melampaui rata-rata nasional, sehingga wajib dipertahankan.

Sementara itu, pada mata pelajaran Matematika, persentase kategori kurang masih cukup tinggi, yakni 42,0 persen, diikuti memadai 36,3 persen, baik 20,1 persen, dan istimewa 1,7 persen.

Adapun mata pelajaran Bahasa Inggris memperoleh persentase kategori memadai sebesar 40,0 persen, kurang 35,5 persen, istimewa 11,6 persen, dan baik 12,9 persen.

Menutup arahannya, Deswarman menegaskan bahwa capaian tersebut harus menjadi dasar bagi setiap sekolah untuk menyusun strategi pembelajaran yang lebih efektif, sehingga prestasi akademik peserta didik dapat terus meningkat.

Penulis: 
Meilia Puspianti
Sumber: 
Dinas Pendidikan Prov. Kep. Bangka Belitung

Arsip Berita

Berita Lainnya

16 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...

15 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...

15 Apr 2026 | Babelprov.go.id...

13 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...

10 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...

02 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...

01 Apr 2026 | Dinas Pendidikan...