Submitted by meilia on
BANGKA – Sebanyak 75 guru jenjang SMA/SMK dari berbagai wilayah di Pulau Bangka mengikuti Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru yang diselenggarakan Universitas Bangka Belitung (UBB) melalui Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran Universitas Bangka Belitung (LPMPP UBB), Jumat (30/10/2026).
Kegiatan yang dipusatkan di Gedung GALA, Balai Cendekia, Kampus UBB ini mengangkat tema “Mewujudkan Guru Profesional, Growth Mindset, Inovatif, dan Adaptif dalam Menghadapi Tantangan Pendidikan Masa Depan”. Pelatihan tersebut bertujuan memperkuat kapasitas pendidik agar mampu menjawab perubahan dan tantangan dunia pendidikan yang semakin dinamis.
Perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wiayah II Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ilham Sulung, S.IP., selaku Kasi SMA turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Wakil Rektor UBB, Dr. Hamsani, S.E., M.Sc.; Kepala LPMPP UBB, Dr. Sujadmi, S.Sos., M.A.; serta Kepala Pusat Mata Kuliah Wajib Universitas (MKWU), Muhamad Hijran, M.Pd.
Dalam pelatihan ini, Priyo Sasmito, S.Kep., Ns., M.M.Kes., selaku Widyaiswara Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), hadir sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan profesionalisme guru, pengembangan pola pikir bertumbuh (growth mindset), serta kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan pembelajaran masa kini.
Penguatan kompetensi tersebut menjadi penting seiring semakin luasnya pemanfaatan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (artificial intelligence atau AI), dalam berbagai aspek kehidupan. Kondisi ini mendorong guru untuk tidak hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi juga sebagai fasilitator yang mampu membangun kreativitas, kemampuan berpikir kritis, dan kemandirian belajar peserta didik.
Melalui konsep growth mindset, para pendidik diajak untuk terus terbuka terhadap pengalaman baru, tidak mudah menyerah dalam menghadapi kesulitan, serta menjadikan tantangan dan evaluasi sebagai bagian dari proses pengembangan diri. Pola pikir ini diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas pembelajaran sehingga tercipta lingkungan belajar yang positif dan mendorong potensi setiap peserta didik.
Pelaksanaan pelatihan dilakukan melalui pemberian materi dan penguatan wawasan kepada para peserta mengenai kompetensi guru profesional, inovasi pembelajaran, serta pemanfaatan teknologi secara tepat dan bertanggung jawab.
Diharapkan, kegiatan ini dapat memberikan dampak positif terhadap peningkatan kualitas tenaga pendidik, sekaligus mendorong lahirnya guru yang inovatif, kreatif, dan adaptif dalam menghadirkan pembelajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman.
Sinergi antara perguruan tinggi dan pemangku kepentingan pendidikan ini menjadi salah satu upaya bersama dalam mendukung terwujudnya pendidikan berkualitas serta menyiapkan sumber daya manusia yang unggul untuk menghadapi tantangan masa depan.
